Suasana gaduh dikelas Vie, sudah bukan hal baru bagi seluruh penghuni sekolah. Setiap ada jam pelajaran kosong, kelas yang berada tak jauh dari ruang guru itu selalu riuh oleh sorak sorai teman-teman kelas Vie. Tapi kegaduhan itu berhenti saat mata pelajaran bahasa inggris yang diberikan oleh Miss Jessi dimulai. Semua murid seolah terhipnotis oleh kedatangan Miss Jessi. Terutama Raykal. Tak pernah dalam pelajaran lainnya, Raykal terlihat begitu tenang dan duduk manis sambil mendengarkan pelajaran yang diberikan. Tentu saja. Miss Jessi adalah guru yang cantik, lembut, dan ramah. Semua murid cowok disekolah Vie, sangat mengidolakan Miss Jessi. Dan sangat bertolak belakangdengan para murid cewek, terutama Vie.
Disekolah, siapa yang tidak tahu sikap dan kelakuan Vie. Vie adalah cewek tomboy, cuek, dan doyan berantem. Dia jatuh cinta pada Raykal, yang kelakuannya tidak jauh berbedea darinya. Tapi Raykal sama sekali tidak mencintai Vie. Sikap dan kelakuan Vie, membuat Raykal merasa nyaman hanya dengan menjadi teman saja. Vie sering marah-marah dan kesal sendiri setiap Raykal menceritakan tentang kekagumannya pada guru cantik yang baru berumur 23 tahun itu.
Pada suatu hari, Vie berjalan terburu-buru menuruni anak tangga. Dan tak sengaja menabrak Miss Jessi yang sedang keberatan membawa tumpukan buku sambil menaiki tangga. Miss Jessi kehilangan keseimbangannya dan jatuh terguling dari tangga. Dan jatuhya Miss Jessi, tepat didepan Raykal yang kala itu juga akan menaiki tangga yang sama.
"Miss Jessi." Raykal berteriak.
Vie segera datang mendapati Miss Jessi yang kepalanya sudah berlumuran darah. Vie merasa sangat bersalah. Ia tak kalah paniknya dengan Raykal, karena melihat keadaan Miss Jessi. Anak-anak yang lain langsung berkerumun untuk melihat Miss Jessi. Raykal menatap Vie dengan tatapan sinis.
"Lo keterlaluan Vie!" Raykal mendorong tubuh Vie sampai terpental ke tembok.
"Gue ga sengaja, Kal." Vie kesakitan.
"Alah, dasar Lo! Gue tau kalo dari dulu Lo ga suka kan sama Miss Jessi. Tapi jangan sampai sejauh ini dong Vie." Raykal sangat marah dan langsung menggotong tubuh Miss Jessi ke mobilnya, untuk segera di bawah kerumah sakit.
Vie hanya terdiam, lalu setetes demi setetes air mata jatuh di pipinya. Anak-anak yang lain juga menatapnya sinis. Tak ada yang berbelas kasih, untuk menenangkannya. Vie jelas menyadari bahwa kini Raykal sudah membencinya karena Vie dianggap telah sengaja mendorong Miss Jessi sampai jatuh.
Pada jam pulang sekolah, Vie memberanikan diri datang kerumah sakit tempat Miss Jessi dirawat, untuk menjenguk Miss Jessi dan menjelaskan semuanya pada Raykal. Tapi Raykal malah membentak dan mengusir Vie.
"Kal, Gue bisa ngejelasin semuanya. Lo harus dengerin Gue dulu."
"Ahh ga perlu. Dan Gue juga ga punya waktu buat ngedengerin orang jahat kaya Lo. Sekarang mendingan Lo pergi dari sini, Vie."
"Tapi Kal..."
"Denger ya Vie, mulai hari ini, Lo bukan temen Gue lagi. Dan Gue udah benci banget sama Lo. Jangan pernah tampakin muka Lo lagi didepan Gue."
Raykal mendorong Vie keluar dari kamar Miss Jessi. Vie tak bisa menahan air matanya yang terlanjur keluar deras. Ia menangis menerima kenyataan yang harus ia alami. Orang yang sangat dia cinta, kini bahkan sangat membencinya. Vie kemudian pergi sambil terus menangis. Dia berlari keluar Rumah Sakit, sampai tanpa ia sadari ada sebuah mobil yang melaju kencang didepannya. Vie tak bisa lagi menghindar, dan mobil itu menabraknya. Tubuh Vie terpental cukup jauh.
Setelah kejadian itu, Vie tak sadarkan diri selama 2 hari. Dan dalam waktu 2 hari itu, tak pernah sekalipun Raykal datang untuk menjenguk Vie. Saat tersadar dari tidur panjangnya, Vie merasakan hal aneh pada pada kakinya. Vie tidak bisa menggerakan kakinya. Kakinya seperti kaku dan tidak berasa apa-apa. Dia Lumpuh. Vie sangat terkejut dan tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi pada kakinya, kini. Dia merasa hidupnya telah hancur, sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Akhirnya keluarga Vie membawanya untuk pindah ke Singapore. Selain untuk penyembuhan pada kakinya, Vie juga berencana untuk tinggal disana selamanya. Karena itu adalah permintaan Raykal. Menginginkan Vie pergi jauh darinya. Vie pergi tanpa berpamitan pada teman-temanya. Dia hanya menitipkan sepucuk surat pada seorang teman kelasnya, untuk Raykal.
Begitu surat itu sampai ditangannya, Raykalpun segera membaca surat itu.
"Raykal, sungguh aku tidak sengaja membuat Miss Jessi (orang yang kau cintai) terluka. Tapi aku minta maaf karena memang aku yang telah menyebabkannya jatuh. Sampai kapanpun, aku akan selalu menganngapmu sebagai sahabatku. Dan ada satu hal lagi yang ingin ku katakan padamu. Bahwa aku "Mencintaimu". Selamat tinggal Raykal.
Vie
"Maafin Gue Vie. Sekarang Gue udah tau semuanya. Semua ini bukan salah Lo. Miss Jessi udah ngejelasin semuanya sama Gue."
Raykal sangat sedih membaca surat Vie. Ia menangis. Menyesali semua perbuatan dan kata-kata yang terlontar dari mulutnya kepada Vie.
Kini Miss Jessi sudah sembuh dan kembali mengajar untuk yang terakhir kalinya. Karena Miss Jessi memutuskan untuk pindah mengajar ke sekolah lain.
" Raykal, cinta tak harus memiliki. Meskipun itu menyakitkan dan tak adil, tapi kamu harus tetap menerimanya. Itu kenyataan yang harus kamu jalani. Dan Vie mungkin sudah menyadari itu. Walaupun Vie mencintai kamu, tapi ia sadar bahwa kamu bukan untuknya. Maka kamu juga harus bisa seperti Vie. Karena saya, tidak bisa membalas cinta kamu."
Itulah kata-kata terakhir yang terlontar dari mulut Miss Jessi kepada Raykal sebelum dia pergi meninggalkan sekolah.
Raykal telah kehilangan 2 orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Kini Raykal hidup dalam kesendirian, begitupun Vie. Mereka bisa menerima kenyataan pahit yang harus mereka jalani. Mereka berharap, suatu saat mungkin takdir akan menunjukan suatu kenyataan yang berakhir bahagia.
-END-

No comments:
Post a Comment