Kesempurnaan mungkin hanya milik Zhie. Dia tajir, cantik, punya banyak teman, dan bisa dengan mudah memilki apa saja yang dia inginkan. Cowok mana yang tidak ingin menjadi pacarnya. Bermodalkan semua yang dia punya, dengan gampangnya setiap minggu atau bahkan setiap hari Zhie selalu bergonta ganti pacar.
Sang Playgirl. Itulah julukan untuk Zhie yang di berikan oleh teman-temannya. Tak sekalipun Zhie pernah jatuh cinta pada semua mantan-mantan pacarnya. Cowok-cowok itu hanya mainan bagi Zhie. Dan Zhie bisa dengan gampang membuangnya jika ia sudah bosan.
Suatu hari, Zhie ditantang oleh teman-temannya untuk menyatakan cinta pada Aldo. Seorang cowok culun dari kelas XI IPA 1. Dan setelah itu Zhie harus memutuskannya.
"Ok. gue terima tantangan Lo semua. Ini adalah tantangan yang paling mudah buat Gue." kata Zhie dengan sombongnya.
"Tapi Zhie, asal Lo tau aja ya. Walaupun si Aldo itu cupu. Tapi dia ga mudah buat ditakhlukin." kata seorang teman Zhie.
"Lo ngeraguin kehebatan Gue? Denger ya, selama ini seorang Gue ga pernah gagal ngedapetin apapun yang Gue mau." Zhie semakin tertantang.
"Ok. Kalo gitu Lo harus buktiin itu ke kita."
Zhie dan teman-temannya menghampiri Aldo yang sedang makan di kantin.
"Hay Aldo." sapa Zhie.
"Eh, hai Zhie." jawab Aldo gugup.
"Gue boleh kan duduk disini?" pinta Zhie.
"Oh boleh kok. Silahkan!" Aldo mempersilahkan Zhie duduk.
Zhie melirik ke arah teman-temannya.
"Ehm. Do, Lo mau ga jadi cowok Gue?"
"Apa? Cowok Kamu?"
"Iya. Mau apa ngga?"
Aldo berfikir sejenak, lalu menatap Zhie dengan gugup.
"Iya, aku mau!" jawabnya.
"See." kata Zhie sambil melihat kearah teman-temannya. "Gue menang!"
"Apa maksudnya?" tanya Aldo.
"Aldo sayang, maaf banget yaa. Kita putus!" kata Zhie dengan gampangnya.
"Apa?" Aldo terkejut mendengar ucapan Zhie.
"Lo itu cuma Gue jadiin barang taruhan Gue sama temen-temen Gue. Dan Gue menang. Jadi makasih banget ya Do. Berkat Lo, Gue bisa nunjukin ke mereka kalo Gue itu emang hebat!"
Anak-anak yang ada di kantin tertawa melihat kejadian itu. Mereka manyoraki Aldo. Zhie segera beranjak pergi dari tempat Aldo. Tapi Aldo berteriak ke arahnya. Dan itu membuat seluruh anak dikantin terdiam.
"Zhie, Ini ga akan selamanya. Suatu saat, Kamu akan mendapatkan balasan atas perbuatan Kamu yang udah mempermainkan cinta. Bukan karma, hanya sebuah akibat kecil atas semua yang udah Kamu lakuin sama mantan-mantan cowok Kamu itu. Jika ada hukuman yang lebih dari itu, Aku harap ga akan terjadi sama Kamu."
Setelah mengatakan itu, Aldo kemudian langsung pergi. Zhie tak menanggapi ucapan Aldo.
"Zhie, jangan-jangan ucapan Aldo itu adalah sebuah kutukan buat Lo."
"Apaan sih Lo semua. Hari gini masih percaya sama yang begituan."
"Tapi Zhie, Aldo tuh ga pernah semarah itu sebelumnya. Dan kata-katanya itu nyeremin banget. Aneh!"
"Denger ya, itu tuh cuma kata-kata biasa yang di ucapin orang kalo mereka lagi marah. Jadi ya ga ada yang istimewa apalagi Aneh, dari kata-kata yang tadi diucapin sama Aldo."
Zhie dan teman-temannya kemudian pergi meninggalkan kantin. Tak sedikitpun perasaan bersalah tersirat dari wajah Zhie. Tapi teman-teman Zhie tetap menganggap kalo kata-kata Aldo adalah merupakan kutukan untuk Zhie. Kutukan yang suatu saat akan membuat Zhie hancur.
Dan tak selang berapa lama, yaitu tujuh hari setelah kejadian itu, Zhie bertemu dengan seorang cowok bernama Reno. Saat bertemu dengan Reno, Zhie langsung jatuh cinta. Reno adalah anak baru yang pindah ke sekolah Zhie. Zhie langsung mengejar-ngejar Reno. Tapi Reno justru tidak menghiraukan Zhie. Dan Zhie sangat kesal akan hal itu.
"aarrgghh sial."
"Lo kenapa Zhie? Baru kali ini Lo bilang kalo Lo tuh sial."
"Itu, si Reno nyuekin Gue. Padahal Gue kurang apa sih. Kenapa Gue ga termasuk dalam tipe cewek idamannya dia."
"Waw! Baru pertama kali loh Zhie, ada cowok yang nolak Lo."
"Iya. Padahal baru pertama kali ini Gue ngerasain jatuh cinta sama cowok. Tapi cowok itu malah nyuekin Gue."
"Udah tenang aja. Bukan Zhie dong namanya, kalo nyerah gitu aja."
"Iyalah. Gue ga bakalan nyerah sampai Gue bisa ngedapetin dia.
Roda kini mulai berputar. Dulu Zhie bisa mendapatkan cowok manapun yang dia mau. Tapi sekarang, Zhie dengan susahnya mengejar-ngejar cowok yang dia suka.
Zhie begah dengan gaya Reno yang tidak memperdulikan dia. Akhirnya, hari itu Zhie mencoba untuk menyatakan cintanya pada Reno di depan semua anak di kantin.
"Reno, Gue suka sama Lo. Apa Lo mau jadi cowok Gue?"
"Sorry, tapi Gue ga suka sama Lo. jadi Gue ga mau jadi cowok Lo."
Reno langsung pergi setelah mengatakan itu. Zhie hanya terdiam. Semua anak-anak yang ada dikantin, menertawakannya. Teman-teman Zhie berusaha untuk menenangkan Zhie.
Kini Zhie sudah menyadari semua perbuatannya. Tapi Zhie tetap tak menganggap bahwa apa yang terjadi padanya ini adalah kutukan dari Aldo. Zhie menganggap bahwa ini adalah sebuah pelajaran untuknya. dan juga sebagai akibat dari sebab yang ia perbuat. Zhie meminta maaf pada Aldo. Aldopun menerima permintaan maaf Zhie, dan mereka menjadi teman.
"Gue udah ngerasain karma dari perbuatan Gue, Do."
"Zhie, ini bukan karma. Hanya sebuah akibat kecil yang harus Kamu terima dari apa yang sudah Kamu perbuat di masa lalu. Tapi percayalah Zhie. Kamu bisa lebih baik, kalo Kamu mau berubah."
"Iya, Do. Gue bakal berubah. Lo mau kan ngebantuin Gue?"
"Pasti."
-END-

No comments:
Post a Comment